Rabu, 07 Januari 2026

Profil Sherly Tjoanda: Dari Apoteker, Ibu Rumah Tangga, hingga Pemimpin Maluku Utara

 Profil Sherly Tjoanda: Dari Apoteker, Ibu Rumah Tangga, hingga Pemimpin Maluku Utara


Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara

Kalau ngomongin sosok perempuan yang belakangan ini jadi sorotan nasional, nama Sherly Tjoanda pasti masuk daftar teratas. Banyak orang awalnya mengenalnya sebagai istri dari mendiang Benny Laos, seorang pengusaha dan tokoh politik Maluku Utara. Namun, perjalanan hidup Sherly membuktikan kalau dirinya bukan sekadar "pendamping". Ia berhasil membangun identitas sendiri sebagai pemimpin perempuan yang membawa semangat baru bagi Maluku Utara.

Perjalanan Sherly bisa dibilang penuh lika-liku. Dari dunia kesehatan, bisnis, keluarga, hingga akhirnya terjun ke panggung politik setelah mengalami salah satu tragedi terbesar dalam hidupnya. Kisahnya menjadi bukti bahwa kadang hidup memang nggak berjalan sesuai rencana, tapi justru dari situ muncul kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.


Awal Kehidupan Sherly Tjoanda 

Sherly Tjoanda lahir di Ambon, Maluku. Ia berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia yang menanamkan pentingnya pendidikan, kerja keras, dan nilai kekeluargaan sejak kecil. Sejak muda, Sherly dikenal memiliki minat besar di bidang kesehatan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, ia melanjutkan kuliah di bidang farmasi hingga memperoleh gelar Sarjana Farmasi dan kemudian menyandang profesi Apoteker. Latar belakang akademiknya membentuk karakter Sherly menjadi pribadi yang teliti, disiplin, dan terbiasa mengambil keputusan berdasarkan data. Nilai-nilai tersebut kemudian banyak memengaruhi gaya kepemimpinannya ketika memasuki dunia pemerintahan.


Sherly Tjoanda sebagai Apoteker dan Pengusaha

Sebelum dikenal sebagai tokoh politik, Sherly lebih dulu berkarier di dunia kesehatan. Sebagai seorang apoteker, ia memahami pentingnya pelayanan publik, terutama akses masyarakat terhadap obat-obatan dan layanan kesehatan. Di sisi lain, ia juga aktif membantu berbagai usaha keluarga yang bergerak di sektor perdagangan, perhotelan, transportasi laut, hingga investasi di Maluku Utara. Pengalaman mengelola bisnis membuat Sherly terbiasa menghadapi tantangan manajemen, pengelolaan SDM, hingga penyusunan strategi pembangunan ekonomi daerah.


Sherly Tjoanda Menikah dengan Benny Laos

Perjalanan hidup Sherly berubah ketika bertemu Benny Laos. Benny dikenal sebagai pengusaha sukses yang kemudian terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai selama dua periode. 

Sherly Tjoanda dan Benny Laos
Sebagai istri kepala daerah, Sherly lebih banyak bekerja di balik layar. Ia aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, pendidikan anak, kesehatan masyarakat, serta kegiatan kemanusiaan. Banyak warga Maluku Utara mengenalnya sebagai sosok yang ramah, sederhana, dan dekat dengan masyarakat. Walaupun jarang tampil sebagai figur politik utama saat itu, Sherly sebenarnya sudah cukup akrab dengan dinamika pemerintahan daerah.


Tragedi Meninggalnya Benny Laos

Tahun 2024 menjadi titik balik paling besar dalam hidup Sherly. Saat proses kampanye Pilkada Maluku Utara berlangsung, terjadi insiden ledakan kapal cepat yang mengakibatkan suaminya, Benny Laos, meninggal dunia. Peristiwa tersebut mengejutkan masyarakat Indonesia. Di tengah duka mendalam, Sherly menghadapi pilihan yang tidak mudah: berhenti dari dunia politik atau melanjutkan perjuangan yang telah dirintis bersama suaminya. Alih-alih menyerah, ia memilih tetap maju. Keputusan ini mendapat simpati luas dari masyarakat Maluku Utara.


Sherly Tjoanda Terjun ke Dunia Politik

Sherly Tjoanda
Setelah wafatnya Benny Laos, Sherly resmi melanjutkan pencalonan dalam Pemilihan Gubernur Maluku Utara. Langkah ini bukan sekadar meneruskan perjuangan suaminya, tetapi juga menjadi awal lahirnya kepemimpinan Sherly sendiri. Dalam berbagai kampanye, ia membawa pesan tentang:

pembangunan ekonomi daerah;

peningkatan layanan kesehatan;

pendidikan berkualitas;

pemberdayaan perempuan;

pemerataan pembangunan antarpulau;

penguatan infrastruktur dan investasi.

Gaya komunikasinya dikenal tenang, santun, dan lebih mengedepankan dialog dibanding konfrontasi politik.


Sherly Tjoanda Menjadi Gubernur Maluku Utara

Setelah memenangkan Pilkada, Sherly resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara. Kemenangannya mencatat sejarah sebagai salah satu tonggak penting dalam politik daerah karena ia menjadi perempuan pertama yang memimpin provinsi tersebut. Ia kemudian memimpin bersama wakil gubernur Sarbin Sehe. Sebagai gubernur, fokus kebijakannya diarahkan pada: 

peningkatan kualitas pelayanan kesehatan;

pembangunan infrastruktur;

hilirisasi sumber daya alam;

penguatan sektor perikanan;

pengembangan pariwisata;

peningkatan kualitas pendidikan;

percepatan investasi;

peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Gaya Kepemimpinan


Sherly dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang relatif kalem tetapi tegas. Ia lebih sering mendengarkan sebelum mengambil keputusan. Dalam banyak kesempatan, ia menekankan pentingnya pemerintahan yang transparan dan pelayanan publik yang cepat. Pendekatannya sering dianggap menggabungkan pengalaman dunia profesional, bisnis, dan pelayanan sosial.


Perhatian  Sherly Tjoanda  terhadap Perempuan

Sebagai gubernur perempuan, Sherly juga cukup vokal mendorong peningkatan peran perempuan dalam pembangunan. Beberapa isu yang sering ia angkat antara lain:

pemberdayaan UMKM perempuan;

perlindungan ibu dan anak;

peningkatan kesehatan keluarga;

pendidikan perempuan;

kesempatan kerja yang lebih luas.


Ia beberapa kali menyampaikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin selama memiliki kompetensi dan integritas. Memimpin Maluku Utara tentu bukan pekerjaan mudah. Provinsi kepulauan ini memiliki tantangan yang kompleks, mulai dari: pemerataan pembangunan antarwilayah, konektivitas transportasi laut, pengelolaan pertambangan, peningkatan kualitas SDM, kemiskinan, pelayanan kesehatan di pulau-pulau kecil.

Sherly harus menyeimbangkan kebutuhan investasi dengan perlindungan lingkungan serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.


Kehidupan Pribadi Sherly Tjoanda

Profil Sherly Tjoanda

Di luar aktivitas pemerintahan, Sherly dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. Ia sering menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pengalaman kehilangan suami menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Alih-alih membuatnya berhenti berkarya, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.


Fakta Menarik tentang Sherly Tjoanda

  1. Berasal dari dunia farmasi dan berprofesi sebagai apoteker.
  2. Pernah aktif membantu pengelolaan berbagai usaha keluarga.
  3. Lama terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Maluku Utara.
  4. Menjadi istri mendiang Benny Laos sebelum akhirnya membangun karier politik sendiri.
  5. Mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Gubernur Maluku Utara.
  6. Dikenal dengan gaya komunikasi yang tenang, santun, dan dekat dengan masyarakat.


Perjalanan hidup Sherly Tjoanda menunjukkan bahwa seorang pemimpin bisa lahir dari pengalaman hidup yang tidak selalu mudah. Dari seorang apoteker, pendamping kepala daerah, hingga akhirnya dipercaya memimpin Maluku Utara, ia melewati berbagai fase yang membentuk karakter kepemimpinannya.

Di mata banyak masyarakat, Sherly bukan hanya simbol kepemimpinan perempuan, tetapi juga contoh tentang ketangguhan menghadapi cobaan. Tantangan yang dihadapinya sebagai gubernur tentu masih panjang, terutama dalam mendorong pembangunan yang merata di wilayah kepulauan yang kaya sumber daya. Namun, kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bahwa kehilangan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan—kadang justru menjadi awal dari babak baru untuk mengabdi dan membawa perubahan.

0 komentar:

Posting Komentar