Selasa, 03 November 2026

Profil Ahrie Sonta Nasution: Perjalanan Karier Polisi yang Pernah Menjadi Ajudan Presiden Prabowo

 

Profil Ahrie Sonta Nasution

JAKARTA — Nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Ahrie Sonta Nasution menjadi perhatian publik setelah perjalanan kariernya di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi sorotan. Perwira tinggi kelahiran Bandung ini dikenal pernah menjadi sekretaris pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ajudan Presiden Prabowo Subianto.

Ahrie bukan sosok yang tiba-tiba muncul di lingkungan elite kepolisian. Ia mengawali karier dari bawah setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol). Selama bertugas, ia pernah menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari bidang lalu lintas, reserse narkoba, kepolisian wilayah, hingga jabatan di tingkat Mabes Polri.

Namanya juga pernah dikaitkan dengan sejumlah pengungkapan kasus besar, termasuk peredaran narkotika jaringan internasional dan penangkapan buronan kasus korupsi Djoko Tjandra.

Lantas, siapa sebenarnya Ahrie Sonta Nasution? Bagaimana perjalanan pendidikannya hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh Polri?

Profil dan Latar Belakang Ahrie Sonta Nasution

Ahrie Sonta Nasution merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002.

Sejak awal pengabdiannya, Ahrie menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah Indonesia. Pengalaman tersebut membentuk perjalanan kariernya sebagai anggota kepolisian yang memiliki latar belakang tugas di bidang operasional maupun penegakan hukum.

Dalam perjalanan kariernya, Ahrie pernah bertugas di wilayah Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, hingga Polda Metro Jaya.

Ia juga dikenal memiliki pengalaman dalam penanganan kasus kriminal, khususnya pemberantasan narkotika. Pengalaman tersebut kemudian membawanya menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan kepolisian.

Riwayat Pendidikan Ahrie Sonta

Selain pengalaman lapangan, Ahrie memiliki perjalanan pendidikan yang cukup panjang. Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol pada 2002, ia melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2009.

Pendidikan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan profesionalnya sebagai perwira Polri.

Berikut sejumlah pendidikan yang pernah ditempuh Ahrie Sonta:

  1. Akademi Kepolisian (Akpol), lulus 2002.

  2. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 2009.

  3. Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri, 2016.

  4. Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, 2024.

Ahrie juga tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan di luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Politie Academy di Apeldoorn, Belanda, pelatihan Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Jerman, serta Joint Special Operations University di Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Dari sisi akademik, sejumlah pemberitaan juga menyebut Ahrie telah menyelesaikan pendidikan magister dan doktoral di bidang Ilmu Kepolisian dengan predikat cumlaude.

Riwayat pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal yang mendukung perjalanan kariernya di lingkungan Polri.

Pernah Mengungkap Kasus Narkotika Skala Besar

Salah satu periode penting dalam perjalanan karier Ahrie adalah ketika bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Pada 2018, ia dipercaya menjadi Kepala Unit (Kanit) Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Posisi tersebut membuatnya terlibat langsung dalam penanganan berbagai perkara narkotika.

Salah satu pencapaian yang pernah diberitakan adalah pengungkapan lebih dari 100 kilogram narkotika dalam kurun waktu sekitar dua bulan.

Ahrie juga terlibat dalam pengungkapan jaringan narkotika internasional yang dikenal sebagai sindikat Taiwan. Operasi tersebut berlangsung di Perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan barang bukti narkotika dengan jumlah mencapai 1,6 ton.

Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam pengalaman Ahrie di bidang pemberantasan narkoba.

Selain itu, namanya juga muncul dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan selebgram Millen Cyrus pada November 2020.

Terlibat dalam Penangkapan Djoko Tjandra

Nama Ahrie semakin dikenal setelah terlibat dalam operasi penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia pada Juli 2020.

Djoko Tjandra merupakan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali yang telah lama dicari aparat penegak hukum Indonesia.

Saat itu, Ahrie menjadi bagian dari tim kepolisian yang bekerja di bawah koordinasi Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang ketika itu menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Penangkapan Djoko Tjandra menjadi salah satu operasi besar kepolisian karena buronan tersebut telah berada di luar negeri selama sekitar 11 tahun.

Operasi tersebut juga memperlihatkan pengalaman Ahrie dalam mendukung penanganan perkara yang melibatkan koordinasi lintas negara.

Selain bertugas di bidang reserse, Ahrie pernah terlibat dalam Satuan Tugas Khusus Nemangkawi di Papua. Satgas tersebut dibentuk untuk mendukung upaya menjaga keamanan dan menangani gangguan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Papua.

Menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok

Pada 2020, Ahrie Sonta Nasution dipercaya menduduki jabatan sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jabatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya karena memberikan pengalaman memimpin organisasi kepolisian di tingkat wilayah.

Sebagai Kapolres, ia bertanggung jawab terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan kepolisian di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kawasan pelabuhan memiliki karakteristik tersendiri karena menjadi pusat aktivitas transportasi dan perdagangan. Berbagai aktivitas masyarakat, perusahaan logistik, serta kegiatan distribusi barang membutuhkan pengawasan keamanan yang baik.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu tahapan sebelum Ahrie mendapat penugasan di lingkungan pimpinan tertinggi Polri.

Menjadi Sekretaris Pribadi Listyo Sigit Prabowo

Karier Ahrie semakin dikenal ketika dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Februari 2021.

Penugasan tersebut membuat Ahrie berada di lingkungan kerja pimpinan tertinggi Polri.

Sebagai sekretaris pribadi, tugasnya berkaitan dengan membantu pelaksanaan kegiatan kedinasan Kapolri, koordinasi agenda, serta berbagai kebutuhan administrasi dan komunikasi pimpinan.

Kedekatan profesional dengan Listyo Sigit juga membuat namanya semakin dikenal publik.

Pada masa tersebut, Ahrie cukup aktif menggunakan media sosial untuk merespons berbagai pengaduan masyarakat. Melalui akun X pribadinya, masyarakat dapat menyampaikan laporan mengenai persoalan hukum, penipuan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga berbagai kasus yang ramai diperbincangkan.

Aktivitas tersebut membuatnya mendapat perhatian warganet. Sebagian masyarakat mengenalnya sebagai sosok polisi yang cukup responsif terhadap pengaduan publik.

Dipilih Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Babak baru perjalanan karier Ahrie Sonta Nasution terjadi pada Oktober 2024. Ia terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri.

Penunjukan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 23 Oktober 2024.

Menurut keterangan Kapolri saat itu, Ahrie terpilih setelah mengikuti proses seleksi bersama enam kandid

0 komentar:

Posting Komentar